DNS Server
DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
Internet dan hampir semua jaringan local tergantung pada ketangguhan Domain Name Service (DNS) yang digunakan untuk meresolve nama-nama sistem ke dalam IP address atau sebaliknya (reverse lookup). Agar fasilitas DNS tersedia di dalam jaringan, diperlukan sebuah nameserver.
DNS Memungkinkan para pengguna jaringan komputer menggunakan nama seperti user.situsku.com sebagai pengganti untuk mengingat IP address 192.168.1.202.
Pada saat suatu host di dalam suatu jaringan terhubung ke jaringan lain melalui nama host, disebut juga fully qualified domain name (FQDN), DNS digunakan untuk mengetahui IP address dari host tersebut.
Penggunaan DNS juga memberikan keuntungan kepada administrator sistem berupa fleksibilitas untuk mengubah IP address suatu host tanpa mempengaruhi query-query berbasis nama suatu mesin.
DNS normalnya diimplementasikan menggunakan sebuah server sentral yang mempunyai hak atas beberapa domain dan mengacu ke server DNS lain jika koneksi dilakukan ke domain yang berada di luar tanggung jawabnya.
Suatu aplikasi client akan meminta informasi dari name server yang biasanya berjalan pada port 53. Nameserver akan mencoba meresolve FQDN berdasarkan library resolver yang berisi authoritative tentang data host yang diminta atau nama yang dicache oleh suatu query sebelumnya. Jika name server belum mempunyai library resolver, name server memeriksa root name server, untuk memastikan name server mana yang bertanggungjawab atas FQDN yang diminta.
Kemudian, dengan informasi tersebut, ia akan meminta nameserver yang mempunyai otoritas atas nama tersebut untuk menentukan IP address. Pada proses reverse lookup, digunakan prosedur yang sama, hanya saja query dibuat melalui suatu IP address, bukan nama.
Cara kerja DNS dapat digambarkan dengan flowchart berikut :


